Senin, 29 Maret 2010

Berdamai dengan Kematian

Berdamai dengan Kematian

Bila ketakutan diganti dengan optimisme maka kematian akan mampu kita tempatkan seperti teman bagi kehidupan. Untuk itulah kita perlu berdamai dengan kematian.

Bila itu bisa kita lakukan, ajal pun akan kita songsong dengan senyuman. Saat malaikat pencabut nyawa datang, kita tak sungkan untuk mengucapkan “Assalamu''alaikum ya Izrail. Silakan engkau ambil nyawaku.”

Buku saudara Komaruddin Hidayat ini, menyimpan banyak pesan optimistik untuk menjemput kematian.”
Haidar Bagir, penulis buku bestseller Buku Saku Tasawuf

“Sebuah buku yang mengajak kita berdamai dengan sebuah kepastian (kematian) melalui jalan bersalaman dengan kehidupan yang tidak pasti.”
Gobin Vasdev, penutur kebahagiaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar